“Kami punya luas persawahan 47.000 hektare. Kemudian lahan berkelanjutan 56.000 hektare. Jadi di sini banyak lahan yang dimiliki swasta belum dipergunakan. Kami sering meminjam lahan tidur digunakan untuk pemberdayaan petani,” ucapnya.
Tatu menilai kerja sama tersebut akan memberikan kebermanfaatan. Terlebih lagi daerahnya memiliki pangsa pasar yang berlimpah terkait jagung untuk pakan.
“Dengan MoU ini saya punya harapan banyak karena pertanian menjadi andalan kami. Di Provinsi Banten kami surprlus, kita punya pasar yang luar biasa di Kabupaten Serang ada 8 pabrik pakan yang membutuhkan jagung pipir,” katanya.
“Saya berharap ini bisa menjadi modal awal kerja sama yang bagus untuk Kabupaten Serang,” ujar Tatu Chasanah.