"Lebih baik ramai sekali daripada tidak ramai. Ini masalah karena ramai sekali, makanya tadi dirapatkan. Diperbaiki akan ada papan pengumuman, woro-woro pasukan pake toa untuk mengingatkan buang sampah jangan sembarangan," ujar Kang Emil.
Kang Emil juga mengatakan, nantinya, setiap petugas tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan, namun aturan lainnya termasuk larangan berenang di kolam di area masjid.
"Jangan main air di kolam, PKL ditertibkan, kampanye kebersihan. Persiapan Februari museum dibuka. Kita maklumi kalau banyak dinamika," tutur Gubernur Jabar.
Kang Emil mengatakan, semua dinamika yang terjadi seusai peresmian Masjid Raya Al Jabbar bakal menjadi catatan dan bahan evaluasi. Selain itu, dia memastikan, kepengurusan DKM akan segera terbentuk agar pengelolaan Masjid Raya Al-Jabbar menjadi lebih baik.
"DKM Al Jabbar memahami dan mengantisipasi hal buruk agar tidak terulang lagi mulai dari urusan sampah dan lainnya," ucap Kang Emil.
Untuk diketahui, Masjid Raya Al Jabbar diresmikan pada Jumat (30/12/2022) oleh Gubernur Jabar, Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum.
DKM Masjid Raya Al-Jabbar yang diketuai oleh Gubernur Jabar secara ex officio akan segera dilantik dan bidang-bidangnya diisi oleh ASN, perwakilan ormas keagamaan, serta MUI dari 27 kabupaten/kota untuk memenuhi prinsip keadilan dan proporsional.