Menurut dia, di periode kedua nanti, Ridwan Kamil bisa menuntaskan program-program unggulan dan inovasi yang banyak dilahirkan di kepempimpinan periode pertamanya. "Keberhasilan selama dua periode akan membuat modal politiknya bertambah kuat dan besar,” ujarnya.
Sebagai partai tengah, tutur Ketua PDK KOSGORO 1957, Golkar memandang Ridwan Kamil adalah tokoh potensial. "Golkar akan sangat terbuka jika Ridwan Kamil memutuskan menjadi kader Golkar," tutur Aria Girinaya.
Namun, kata Aria Girinaya, jika berbicara peluang menjadi calon presiden (capres), partainya sudah memutuskan akan mengusung Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto.
"Golkar sudah punya keputusan, capresnya Pak Airlangga Hartarto. Keputusan ini sudah tegak lurus dan sejauh ini tidak ada perubahan apapun," ucapnya.
Sebelumnya, saat acara Future Leader di Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM) pekan lalu, Ridwan Kamil membuka peluang-peluang politik ke depan. "Jadi kalau ternyata tidak ada partai yang mengusung, yang paling realistis dalam menu politik saya adalah melanjutkan gubernur jilid dua. Tapi kalau ada partai yang merasa butuh tokoh yang elektabilitasnya lumayan, mungkin sosok saya akan dihitung. Ya saya bismillah. Makanya saya sudah putuskan, tahun depan saya masuk parpol," kata Ridwan Kamil.