Selain bahasa Arab, kata Kang Emil, yang diperlukan kader KAMMI yakni memahami Alquran dan hadits. Kader KAMMI juga wajib menguasai bahasa Inggris dan dunia digital. "Tentunya tambahan-tambahan leadership serta penguasaan lain," tutur Gubernur Jabar.
Sebagai calon pemimpin bangsa, lanjut Kang Emil, setidaknya ada tiga prinsip yang harus diresapi sejak saat ini, yakni ibadah, dakwah, dan kebermanfaatan. Menjadi pemimpin, menurutnya, adalah amanah yang harus diawali dengan niat beribadah.
Sehingga, ketika berkuasa apa yang dilakukan senantiasa berada dalam koridor dakwah dan kebijakan yang keluar dapat membawa manfaat bagi semua orang.
"Saya berdakwah dengan Islam melalui kekuasaan. Dakwah terhebat itu melalui kekuasaan. Dengan satu surat keputusan saya bisa memberhentikan kemudharatan, dengan satu perintah bisa memajukan dakwah Islam," ujarnya.
Selama dua tahun memimpin Jabar bersama Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum, tambah Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar punya program Satu Desa Satu Penghapal Alquran.
"Alhamdulillah dari 5.300 desa selama dua tahun ada 3.000 desa. Sekarang sudah punya penghapal Alquran," tutur Kang Emil.