Dia juga kembali menegaskan bahwa hierarki kewenangan pemerintahan di Provinsi Jabar berbeda dengan Provinsi DKI Jakarta. Di luar Provinsi DKI Jakarta, seluruh kewenangan yang bersifat teknis menjadi kewenangan bupati dan wali kota.
"Ada ribuan kegiatan setiap tahun di seluruh Jawa Barat itu dikelolanya oleh bupati dan wali kota karena hubungan antara bupati wali kota dengan gubernur itu koordinatif. Jadi, tidak wajib melaporkan hanya sifatnya koordinasi. Lain halnya dengan polisi atau Kodam yang sifatnya komando, laporan harus langsung," katanya.
Kang Emil mengakui, kerumunan massa pendukung Habib Rizieq Shihab di Bandara Soekarno-Hatta, Petamburan Jakarta, hingga di Mengandung Bogor memang menjadi perhatian publik. Meski begitu, dinamika kerumunan massa seperti itu sebenarnya juga terjadi sebelum Habib Rizieq Shihab tiba di Tanah Air.
"Tapi mungkin karena berbarengan dengan kedatangan Habib Rizieq Shihab yang sudah lama tidak ada di Tanah Air, sehingga menimbulkan atensi yang luar biasa," ujarnya.
"Nah ekses itu, seperti yang kita pahami. Kepolisian meminta klarifikasi dari berbagai pemimpin wilayah tempat terjadinya peristiwa-peristiwa tadi walaupun asal muasal dan situasinya tidak dapat dipersamakan," katanya.