Pemeriksaan secara masif akan didahului dengan sosialisasi dan komunikasi yang memadai, dengan tujuan mengantisipasi penolakan tes masif, seperti di sejumlah daerah lainnya. Pemprov Jabar juga sudah berkoordinasi dengan Polri dan TNI agar tidak terjadi penolakan masyarakat karena kurangnya sosialisasi.
"Total 700 pasar yang akan kami lakukan pengetesan, sehingga tidak ada pedagang pasar yang terkena (Covid-19), dan mengakibatkan kerugian berupa penutupan pasar dalam waktu yang tidak ditentukan," katanya.
Berita Lain Bisa Dibaca di Sindonews.com :Ajukan New Normal, Bupati Majalengka Disarankan Kembali Terapkan PSBB