Dengan monumen itu, kata Kang, dapat mengokohkan Garut sebagai daerah pembuat bendera merah putih. “Ekonomi yang khusus di bendera. Ini kelebihan Garut dibanding daerah lain, punya spesialisasi. Ada kampung domba, ada kampung cukur Asgar, ada juga kampung pengrajin bendera merah putih,” ucap Gubernur Jabar.
Sementara itu, Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, pembangunan monumen menjadi bentuk legitimasi, penghargaan pemerintah kepada para perajin bendera merah putih. Hal itu dikarenakan bendera dari Garut sudah merambah di seluruh provinsi di Indonesia.
Perajin bendera merah putih asal Garut, disebutnya sudah ada sejak tahun 1967. “Makanya dibuat monumen sebagai bagian dari bentuk legitimasi dan penghargaan. Di sini total yang terdata ada 3.500 sampai 4.000 orang pengrajin, semua terdiri dari tiga komponen, mulai pemodal, konveksi, dan penjual,” kata Kapolres Garut.
Ke depan, ujar AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Polres Garut akan melibatkan dinas tenaga kerja terkait penyerapan tenaga kerja dan pelatihan keterampilan. "Kami juga libatkan perbankan untuk masalah modal alat produksi bisa diperoleh tanpa agunan. Lalu BPJS sebagai jaminan sosial. Artinya ketika pelaku ini menjual produk ke luar kota dibutuhkan kepastian keselamatan," ujarnya. FANI FERDIANSYAH