Ribuan Nelayan dari 4 Provinsi Ancam Geruduk KKP, Tuntut Tarif PNBP dan Harga BBM Turun

Andrian Supendi
Nelayan di Kabupaten Indramayu. (FOTO: ANTARA)

"Lebih mahal solar dari pada ikannya. Jelas (akibatnya) kami (pelaku usaha perikanan dan nelayan) tidak dapat apa-apa. Oleh karena itu, kami minta ada solar industri khusus untuk nelayan dengan harga maksimal Rp9.000 per liter," ujar Kajidin.

Sekjen Gerakan Nelayan Pantura (GNP) Robany menegaskan, FNB akan memberikan waktu kepada pemerintah selama satu bulan untuk merespon. "Apabila dalam waktu sebulan tidak ada respons dari pemerintah, maka seluruh nelayan se-Jawa akan turun ke Jakarta," kata Sekjen GNP.

Seusai pertemuan Kajidin membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah poin tuntutan dan akan disampaikan KKP dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di antaranya, Revisi Peraturan Pemerintah (PP) 85 tahun 2021 terkait Indeks Tarif PNBP pasca produksi untuk ukuran kapal kurang dari 60 GT adalah 2 persen dan 3 persen untuk 60-100 GT. 

Tolak perikanan terukur dengan sistem kuota, tolak masuknya kapal asing, dan eks-asing ke wilayah pengelolaan perikanan (WPP) Indonesia serta penurunan tarif tambat labuh.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tangan TKW asal Indramayu Patah di Dubai UEA, Kirim Video Minta Tolong ke Bupati Nina

57 tahun lalu

Bakar 4 Traktor, 2 Preman di Indramayu Ditangkap Polisi

57 tahun lalu

2 Pekan Tidak Masuk Kerja, Pegawai PLTU Indramayu Ditemukan Tewas di Kamar Kos

57 tahun lalu

Ular Sanca 5 Meter Penghuni Sungai Sindupraja Ditangkap Warga Jatibarang Indramayu

57 tahun lalu

Sensasi Makan Bakso dengan Batok Kelapa di Indramayu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal