"Apakah memperbesar angka kehamilan atau kecil angka kehamilan, nggak bisa mengukur dari sana (selama pandemi corona)," kata Supangkat.
Menurut Supangkat, angka kehamilan itu juga tidak sesuai data lapangan karena sejak pandemi corona petugas mengalami kesulitan. Puskesmas dan posyandu di wilayah Kota Tasikmalaya diberhentikan untuk menghindari mata rantai corona.
"Kegiatan posyandu dan bu hamil ada terkendala ada hal ini. Bisa aja ada yang tidak tercatat," kata dia.
Jika dibandingkan dengan jumlah ibu hamil pada tahun 2019, menurut dia angka tersebut mengalami penurunan. “Dari 3.296 pada 2019 menjadi 3.219 ibu hamil pada 2020. ada Ada penurunan angka 0,6 persen dibanding tahun lalu," ucapnya.