"Iya dulu itu mata airnya deras, tapi sekarang kalaupun ada airnya sudah tidak deras seperti dulu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Karawang, Asep Hazar menambahakan, ribuan sawah di Karawang mengalami kekeringan. Berdasarkan data yang dimiliki DKP tercatat ada 1.000 hektare sawah yang kekeringan.
Kekeringan itu termasuk pada areal persawahan yang memiliki saluran irigasi. Belum lagi areal sawah yang tidak memiliki saluran irigasi yang saat ini masih dalam pendataan.
"Sekitar 1.000 hektare dari sawah irigasi belum lagi yang tidak menggunakan irigasi. Jumlahnya bisa mencapai ribuan hektar," ujar dia.
Areal sawah irigasi yang mengalami kekeringan bukan hanya karena faktor iklim, tapi juga karena terjadi sedimentasi sehingga air tidak mengairi sawah secara keseluruhan. Hanya sawah yang berada dipinggi irigasi yang mendapatkan air. Namun sawah yang ada di tengah tidak mendapatkan air," kata Asep Hazar.
Akibat kekeringan produksi sawah di Karawang mulai mengalami gangguan karena produksi mengakami penyusutan. Bahkan pedagang beras mulai menaikkan harga beras premium dan medium. Pantauan di Pasar Johar harga Karawang beras rata rata naik Rp1.000 per liternya.
Bahkan para pedagang beras sudah meminta pemerintah melalui Bulog agar melakukan operasi pasar. Jika tidak, kenaikan harga beras akan semakin tinggi.