Residu Tinggi, Komoditas Pertanian Pangandaran Tak Diterima di Pasar Internasional

Syamsul Ma'arif
Salah satu areal persawahan di Kabupaten Pangandaran yang akan segera disulap pemupukannya dengan pupuk organik. (Foto: iNews.id/Syamsul Ma'arif)

"Penggunaan pupuk kimia berdampak pada kerusakan kesuburan tanah karena organisme pembentuk unsur hara atau organisme penyubur tanah menjadi mati atau berkurang populasinya," kata Aep Jum'at, (12/3/2021).

Aep menjelaskan, perlu penyelamatan tanah pertanian agar hasil pertanian dari Kabupaten Pangandaran tembus pasar ekspor.

"Kami akan menggalakan penggunaan pupuk organik ke petani melalui program UPPO," ujarnya.

Untuk satu UPPO memerlukan biaya Rp200 juta yang terdiri dari bangunan rumah kompos, bangunan bak fermentasi, alat pengolah pupuk organik (APPO), kendaraan roda tiga, bangunan kandang ternak komunal dan ternak sapi.

"Kami optimistis, ke depannya hasil pertanian Kabupaten Pangandaran akan bersaing di pasar internasional. Karena pengolahannya komoditas pertanian menggunakan pupuk organik," ujar Aep.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Aksi Pencurian Cabai Rawit Siap Panen Marak di Sentra Pertanian KBB

57 tahun lalu

Mobil Boks Terbakar di Pangandaran, 70 Persen Muatan Hangus Dilalap Api

57 tahun lalu

Robot Bawah Air Dikerahkan Cari Atlet Terjun Payung Hilang di Pangandaran

57 tahun lalu

Update Kecelakaan Terjun Payung di Pangandaran, 2 Atlet asal Bandung Tewas

57 tahun lalu

Latihan Terjun Payung di Pangandaran Berujung Tragis, 1 Orang Tewas 1 Hilang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal