Herawati mengaku masih merasakan pusing kepala dan perut mual. “Sekarang masih merasa mual dan pusing. Mudah-mudahan bisa cepat sembuh ya,” katanya.
Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, kasus keracunan itu masih diselidiki dengan meminta keterangan korban dan tuan rumah hajatan tahlilan. “Petugas juga sudah mangambil keterangan dari warga yang mengadakan acara tahlilan,” katanya.
Menurut Kapolres, sampel makanan berupa nasi uduk yang diduga memicu keracunan massal itu sudah dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung untuk diteliti. “Sudah. Sampel makanan sudah langsung dikirim ke BBPOM Bandung untuk d cek penyebabnya,” katanya.
Kapolres mengimbau warga apabila masih mengalami pusing, mual-mual dan sakit perut segera berobat ke puskesmas terdekat karena tidak menutup kemungkinan ada warga yang di luar Bantargadung yang ikut keracunan.