"Yang masuk ke klinik semuanya mengeluhkan mual, muntah, pusing," ujar petugas medis Klinik Ibnu Sina, Laela Nabila.
Saat ini korban yang masih dirawat di Klinik Ibnu Sina tinggal 10 orang, sedangkan puluhan korban lainnya sudah diperbolehkan pulang.
Pihak otoritas setempat masih terus mendata jumlah korban juga menangani secara madis terhadap pasien yang mendapat perawatan.
"Jumlah korban belum kita hitung, yang jelas banyak yang dibawa ke puskesmas," kata Kepala Dusun Desa Kiarapedes, Enung Kosasih.