"Kerugiannya beda-beda, soalnya ada yang ikut arisan mingguan dan ada juga yang ikut arisan bulanan. Bahkan ada juga yang ikut dua-duanya," ujar dia.
Uun mengaku, dia sendiri mengikuti dua jenis arisan, yaitu mingguan dan bulanan. Adapun total kerugian yang dia alami sebesar Rp150 juta. "Saya ruginya banyak, karena saya ikut arisannya juga banyak," ucap dia.
Uun menyatakan, dia dan para korban lainnya tidak berharap uang mereka bisa kembali. Asalkan, pelaku yang saat ini tidak diketahui keberadaannya itu bisa segera ditemukan dan ditangkap oleh pihak kepolisian.
"Walaupun uang kami tidak kembali juga tidak masalah, asalkan pelaku ketangkap dan bisa dijebloskan ke penjara," harap dia.
Di tempat yang sama, Lurah Desa Cangkingan, Ukrodi, membenarkan jika pengelola arisan yang diduga bodong itu merupakan warganya. Namun, pihaknya mengaku, hingga saat ini wanita berinisial YN tersebut tidak diketahui dimana keberadaannya.