"Kami memang mengadakan (rapid) test secara acak di pusat kerumunan, tempat wisata, kemudian pasar, dan juga ada kemungkinan upacara peringatan Maulid Nabi," kata Daud dalam konferensi pers di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Sabtu (31/10/2020).
Berdasarkan data per Kamis (29/10/2020) lalu, ujar Daud, Kabupaten Bogor menempati urutan pertama dengan jumlah wisatawan yang dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test acak. "Dari 900 wisatawan yang menjalani rapid test, ada sekitar 50 orang positif dan langsung menjalani swab test," ujar dia.
Di daerah lain, tutur Daud, 1 wisatawan dinyatakan reaktif berdasarkan hasil rapid test acak terhadap 77 orang. Sementara di Cirebon, dari 100 orang yang menjalani rapid test, hasilnya tidak ada yang reaktif.
Daud menuturkan, bagi wisatawan yang dinyatakan reaktif langsung tes swab dan diminta melakukan isolasi mandiri hingga hasilnya keluar. Data wisatawan yang dinyatakan positif nantinya juga disampaikan kepada dinas kesehatan dimana wisatawan itu berdomisili.
Dia berharap, di akhir operasi, pihaknya mendapati data hasil rapid test acak yang digelar di 54 titik tersebar di 14 kabupaten/kota itu. "Semuanya sudah lakukan swab test dan hasilnya baru keluar tiga sampai empat hari," tutur Daud.