Dia mengungkapkan, jenis makanan yang disantap puluhan warga ini berupa telur balado, sayur nangka dan sambal hijau. Pihak puskesmas sudah mengambil sampel makanan tersebut untuk diuji di laboratorium. “Kami sudah mengambil sampel makanan untuk kita uji apa penyebab keracunan yang dialami puluhan warga ini,” ujar Dinda.
Dia mengatakan, jumlah korban yang mengalami keracunan diperkirakan akan bertambah karena belum semua warga melapor ke petugas. Untuk mengantisipasi banyaknya korban, puskesmas mendirikan posko kesehatan bantuan di lokasi kejadian.
“Kita sudah membuka posko di Masjid Al Hidayah di Desa Nagrak. Di sana sudah ada petugas untuk jemput bola,” ucapnya.
Korban keracunan, Erni mengaku perutnya mual dan buang air besar, serta pusing kepala tidak lama setelah menyantap makanan mauludan. “Saya makan sayur nangka sama telur balado. Abis itu, buang air terus, mual dan pusing kepala. Acara mauludan,” kata Erni.