Siswa-siswa lantas diperiksa oleh tenaga medis puskesmas, Kamis (14/11/2019). Hari selanjutnya, Jumat (15/11/2019) laporan anak yang sakit makin bertambah.
“Bahkan lebih dari 30 siswa sakit, dan kami bingung harus bagaimana,” katanya.
Dinas kesehatan yang sebelumnya dihubungi sekolah lantas datang untuk memeriksa sampel darah siswa, sampel lingkungan seperti air dan makanan kantin, Senin (18/11/2019).
Dinas Kesehatan juga memberikan penyuluhan kepada orang tua murid terkait penyakit ini.
“Hingga Senin (18/11/2019) ada 42 siswa yang sakit yang sudah positif dan dalam masa perawatan,” katanya.
Jika nantinya jumlah siswa yang sakit masih terus bertambah, dan dinas kesehatan merekomendasikan untuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar, maka sekolah akan membuat surat kepada dinas pendidikan.
“Tapi saat ini belum ada sampai situ,” katanya.