"Survei itu bisa berubah, bagaimana cara mengubah survei? Caranya yaitu kita bekerja ke tengah-tengah masyarakat untuk memberitahu bahwa pilihan yang terbaik untuk kita semua dan yang ada di sini tentu pilih Ganjar-Mahfud. Diberitahu masyarakat, karena survei itu hanya konten sesaat," katanya.
Mahfud mengatakan, salah satu faktor yang bisa mengubah hasil survei yakni kinerja para relawan di lapangan. Menurutnya, perubahan itu tergantung kepada relawan yang masuk ke tengah masyarakat untuk mensosialisasikan paslon yang didukungnya.
"Saya tidak ingin membaik-baikkan diri. Kata orang Belanda, orang yang memuji diri sendiri itu bau. Orang memuji diri sendiri itu tidak baik. Oleh sebab itu saya tidak akan memuji bahwa yang terbaik itu adalah Ganjar-Mahfud, tetapi saudara baca sendiri, beritahu masyarakat kalau mau menilai orang baik atau tidak itu bukan mendengarkan kampanyenya, bukan hanya membaca berita-beritanya yang sekarang, tetapi baca track recordnya," tuturnya.
Mahfud menilai, track record atau perjalanan hidup seseorang juga menjadi salah satu kunci yang sangat penting untuk dikenalkan kepada masyarakat.
"Saya mau memberantas korupsi, padahal dia sendiri pernah terlibat korupsi, berarti dia bohong. Saya mau memberantas korupsi, tapi dia itu membiarkan korupsi itu terjadi, berarti dia itu bohong. Oleh sebab itu track record, di masa lalunya orang ini bersih apa ndak? Berani apa tidak? Tegas apa tidak? Itu yang harus diberitahu ke tengah-tengah masyarakat nanti," tuturnya.