Joni mengatakan, masyarakat yang belum memesan tiket dan berencana melakukan perjalanan menggunakan kereta api hanya bisa memesan untuk KA tambahan.
Selain melarang pegawai cuti dan menambah jumlah KA, PT KAI Daop 2 Bandung juga menyiagakan dua anjing pelacak di Stasiun KA Bandung dan Kiaracondong untuk menjamin keamanan penumpang.
Joni mengatakan, ada 89 personel pengamanan eksternal yang ditempatkan di stasiun-stasiun. Mereka terdiri atas 27 personel TNI, 40 personel Polri, delapan personel POM, delapan personel Brimob, dan enam petugas K-9 (dua anjing pelacak).
“Untuk menjamin kemananan penumpang kereta selama masa angkutan Nataru ini, kami bekerja sama dengan pihak kepolisian menyiagakan dua anjing pelacak yang akan ditempatkan di Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong," kata Joni.
Tak hanya keamanan di stasiun, di sepanjang jalur kereta api juga disiagakan 133 tenaga ekstra yang terdiri atas 63 petugas pemeriksa jalan (PPJ), 70 penjaga jalan lintasan (PJL), dan 169 penjaga daerah rawan.
“Petugas ini di luar dari 286 petugas reguler. Jadi totalnya selama masa angkutan Nataru ini ada 419 petugas yang siaga di sepanjang jalur kereta api di wilayah Daop 2 Bandung,” kata Joni.
Diketahui, mulai hari ini, Jumat (22/12) PT KAI Daop 2 Bandung mulai melakukan Operasi Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2017/2018. Operasi Nataru digelar selama 17 hari mulai 22 Desember 2017 sampai 7 Januari 2018.