Menurutnya, PSMTI Jabar yang tergabung dalam Masyarakat Tionghoa Peduli Bandung memiliki pengalaman. "Saya juga sebagai koordinator baksosnya, selama pendemi ini dari Maret 2020 sampai dengan sekarang masih melaksanakan bebagai macam baksos hampir 2.000 kali tanpa henti," ucapnya.
Dia mengungkapkan, dari pengalaman kebanyakan bantuan datang dari masyarakat di awal-awal dan persedian pun saat ini menumpuk di berbagai posko.
WKU PSMTI Dept. Kaderisasi Johnny Situwanda juga menjelaskan, bantuan yang terus menerus dilakukan untuk korban gempa Cianjur yang tertimpa musibah dimotori jajaran pengurus PSMTI wilayah Jabar dan sekitarnya. "Ketua Harian dan Bendaharanya Saudara Djoni Toat dan Benny Satria langsung terjun ke lapangan, sesuai dengan arahan Ketua Dewan Pembina Eddy Hussy dan Ketua Umum Pak Wilianto Tanta," katanya Johnny.
Selain bantuan pangan, sandang dan papan, kata dia PSMTI juga akan mempertimbangkan bantuan dengan membuat sumur dan rumah ibadah yang juga terkena gempa.
“Untuk bantuan ke Cianjur kali ini juga diikuti partisipasi dari PSMTI daerah-daerah lain mulai dari PSMTI Provinsi Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Riau, NTT, Lampung dan lainnya yang mana hampir semua daerah turut berpartisipasi baik dalam bentuk dana, barang dan tenaga. Semoga bencana ini bisa cepat berlalu," katanya.
PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan suku Tionghoa Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia tingkat nasional yang berdiri sejak 28 September 1998 yang telah tersebar di 32 Provinsi serta 300 kota/kabupaten se-Indonesia. PSMTI bersifat sosial, budaya dan kemasyarakatan sebagai wadah komunikasi, interaksi, penyerap dan penyalur aspirasi suku Tionghoa di Indonesia dengan lembaga negara, instansi pemerintah, organisasi dan komponen masyarakat lain.