Produksi Kopi Gununghalu Terancam Alih Fungsi Lahan, Petani Menjerit

Adi Haryanto
Pelaku usaha kopi di Gununghalu terus menjaga eksistensi agar tetap berproduksi. (Foto/MPI/Adi Haryanto)

Lambat laun, lanjut dia, hal itu bisa jadi ancaman karena para petani kopi di Gununghalu banyak yang trauma dan memilih menjual kopinya ke luar. Hanya yang harus diantisipasi adalah agar warga tidak menjual lahan mereka ke orang berduit. 

"Jangan sampai lahan petani dijual ke orang lain lalu terjadi alih fungsi lahan, itu yang perlu diantisipasi oleh berbagai pihak," ujarnya.

Ayi bersama para pelaku UKM Kopi Gununghalu berinisiatif membentuk sebuah forum yang dinamakan Lumbung Kopi Gununghalu untuk mewadahi seluruh produsen kopi di Gununghalu.

"Kami akan berikhtiar bagaimana caranya menyelamatkan para petani yang sekarang lahan garapannya dijual kepada bandar-bandar luar," tutur Ayi Ahmad Syarifudin.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hari Ketiga Pencarian Korban Hanyut di Lembang KBB, Tim SAR Sisir Bantar Awi

57 tahun lalu

Kader Partai dan Aktivis Lingkungan Eksodus ke Partai Gelora KBB

57 tahun lalu

Beredar Video Warga KBB Keluhkan Harga di Pasar Murah Lebih Mahal

57 tahun lalu

Dinding Rumah Jebol akibat TPT Ambruk, 1 Keluarga di KBB Terpaksa Mengungsi

57 tahun lalu

Para Kades di KBB Didorong Rancang Desa Kreatif, Hengki: Optimalkan Kearifan Lokal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal