MAJALENGKA, iNews.id – Kasus Tuti Tursilawati, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengundang keprihatinan dan simpati sejumlah pihak.
Salah satunya dari Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK). Mereka menyambangi rumah keluarga Tuti untuk menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.
Ketua TPPKKK Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengatakan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga Majalengka. Karena itu, Pemprov Jawa Barat akan membangun sekolah perempuan untuk mengantisipasi kasus TKW seperti yang dialami Tuti Tursilawati, yang dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi.
“Kami ikut prihatin atas kejadian yang menimpa warga Majalengka dan kami akan membangun sekolah perempuan untuk meningkatkan ekonomi mandiri. Kami akan berupaya membantu keluarga TKW (Tuti) agar bisa ke Arab Saudi untuk berziarah,” kata Atalia Kamil, Kamis (1/11/2018).
Dia menjelaskan, pembangunan sekolah perempuan bertujuan meningkatkan ekonomi mandiri, sehingga mereka tidak perlu bekerja ke luar negeri untuk membantu ekonomi keluarga.