Selain pedang, Shlomi Katzin juga menemukan jangkar batu dan pecahan tembikar berusia ratusan tahun. Namun dari semua yang ditemukan, pedang merupakan yang paling berkesan. Apalagi Jacob Sharvit mengatakan benda itu sangat langka.
Semua benda-benda itu ditemukan di area seluas 350 meter persegi. Pihak berwenang sebenarnya sudah mengetahui lokasi tersebut sejak Juni, setelah badai menggeser pasir dasar laut.
"Adalah hal biasa menemukan pedang dalam kondisi buruk, tapi yang satu ini ditemukan di bawah air, diawetkan dalam kondisi sangat baik. Ini pertama kalinya kami menemukan pedang yang indah seperti ini," kata Dr Sharvit.
Air di lepas pantai Carmel bersuhu konstan sepanjang tahun, membantu mengawetkan besi pedang. Karena besi teroksidasi, kerang dan organisme laut lainnya bisa menempel seperti lem.
Penemuan artefak kuno meningkat seiring semakin populernya menyelam di Israel. Sejarawan Universitas London Jonathan Phillips mengatakan umat Islam memenangkan Perang Salib II yang berlangsung di Damaskus.
Pedang merupakan benda mahal saat dibuat di masanya karena juga sebagai simbol status. Soal penemuan di pantai, lanjut Phillips, itu masuk akal karena banyak pertempuran terjadi di pantai, tempat tentara Kristen mendarat dan diserang pasukan Islam. "Bisa saja dari seorang ksatria yang jatuh ke laut atau kalah dalam pertarungan di laut," ujarnya.