Fitri mengatakan, peristiwa penembakan kucing tersebut terjadi pada Minggu, 16 Februari kemarin. Pemilik kucing yang berada di dalam rumah terkejut mendapati mata kucing berdarah dengan jalan yang tak terarah. Sang pemilik pun tak menyangka jika kucing kesayangannya ditembak dengan sengaja oleh seorang tetangga. Alasannya, pelaku kesal karena hewan ternaknya hilang dan diduga dimakan kucing tersebut.
“Tersangka dengan sengaja nembak. Dia ngomong, saya yang nembak, kenapa? Tanpa ada rasa penyesalan. Alasannya yang makan hewan ternaknya kucing berwarna oranye putih. Sementara di situ banyak kucing berwarna putih oranye,” kata Fitri.
Setelah mengetahui kucing itu sengaja ditembak, Komunitas Pencinta Kucing Cirebon tak tinggal diam. Bersama Ulfiyah sang pemilik kucing Ucuy, komunitas ini berusaha menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa tersebut ke Kepolisian Sektor Ciwaringin, Senin 17 Februari 2020.
Komunitas pencinta kucing akan terus mengawal kasus tersebut. Mereka berharap bisa memberikan pelajaran kepada masyarakat agar tidak sewenang-wenang terhadap binatang, termasuk kucing.
“Kami lega. Tadi kata polisi, mau ke rumah tersangka. Harapan kami, kasus ini terus diusut. Kami minta keadilan terhadap hewan-hewan, termasuk yang tidak bertuan,” katanya.