Pria Cimahi Ciptakan Alat Penghasil Oksigen, Wujud Empati kepada Pasien Covid-19

Yuwono Wahyu
Setiawan Hendra, pembuat alat penghasil oksigen. (Foto: iNews/Yuwono Wahyu)

Bahkan sebagian harus diimpor demi menjaga kualitasnya. Di workshopnya, Jalan Mahar Martanegara, Kelurahan Utama, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pria yang kini berusia 38 tahun itu, menunjukkan bentuk hingga cara kerja oxygen maker yang saat ini sedang dalam proses penyempurnaan.
 
Tampak sejumlah tabung berukuran sedang dan kecil berjejer tersambung dengan selang bening khas alat bantu pernapasan yang biasanya ada di rumah sakit. Dari ujung selang bening itu, terlihat gelembung-gelembung udara yang ditampung dalam sebuah tabung.

Setiawan mengatakan, sudah lama membuat alat penghasil oksigen cair tersebut. Dulu, alat itu diperuntukkan sebagai alat menghemat bahan bakar kendaraan. Namun karena krisis oksigen medis terjadi, dia lantas mengubah cara kerja alat tersebut untuk menghasilkan oksigen murni.

Setiawan Hendra, menunjukkan alat penghasil oksigen atau oxygen maker buatannya. (Foto: iNews/Yuwono Wahyu)

Oxygen maker buatannya, kata Setiawan, terdiri atas dua tabung berukuran sedang yang sudah dikostumisasi. Di dalam tabung itu disimpan shell atau lempengan stainless murni antikorosi. 

Kemudian di setiap tabung ada regulator pengatur oksigen dan selang yang mengalirkan oksigen ke sebuah tanki kecil. Dari tanki kecil itulah oksigen dialirkan lagi ke masker atau sungkup oksigen untuk digunakan membantu pernapasan seseorang.

"Sebelum bisa digunakan dan diduplikasi guna memenuhi pasokan oksigen medis yang belakangan sedang sangat langka, saya bakal mengajukan alat tersebut untuk dilakukan uji laboratorium," kata Setiawan, Rabu (14/7/2021).

Pria yang sudah belasan tahun mengerjakan jaringan AC dan instalasi sirkulasi udara di berbagai gedung ini menyataskan, tak berniat berbisnis dengan oxygen maker yang dibuatnya.

"Saya berharap alat ini jadi simbol empati pada keadaan saat ini dan ingin mendorong rekan-rekan lain menolong sesama yang terdampak Covid-19," ujar Setiawan.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemerintah Bebaskan Pajak Impor Oksigen Medis dan Masker

57 tahun lalu

Krakatau Steel Berikan Oksigen Medis Gratis, Erick Thohir Ingatkan Registrasi Dulu

57 tahun lalu

Erick Thohir Minta Krakatau Steel Tingkatkan Pasokan Oksigen Medis

57 tahun lalu

Penambahan Bed Pasien Covid di RSUD Cibabat Cimahi Belum Diimbangi Ketersediaan Oksigen

57 tahun lalu

Jabar Terima 10 Ton Oksigen dari PT Pusri, Ridwan Kamil: Kami Sangat Bahagia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal