Namun Museum Nasional Indonesia membuat replikanya dan ditempatkan di Museum Sejarah Jakarta dan Museum Sri Baduga di Bandung.
Pada bagian atas Prasasti Ciaruteun, terlihat jelas gambar sepasang telapak kaki (pandatala). Konon, tapak kaki tersebut merupakan milik Maharaja Purnawarman yang memimpin dan menguasai kerajaan Tarumanegara.
Selain itu, terdapat pula 4 baris tulisan berupa puisi pada Prasasti Ciaruteun. Puisi tersebut menggunakan huruf Pallawa dan bahasa Sansekerta.
vikkrantasyavanipateh
crimatah purnnavarmmanah
tarumanagarendrasya
vishnoriva padadvayam
Sedangkan terjemahan dari Prasasti Ciaruteun adalah ‘Kedua (jejak) telapak kaki yang seperti (telapak kaki) Wisnu ini kepunyaan raja dunia yang gagah berani dan termashur Purnawarman penguasa Tarumanagara’.
Dari sana dapat disimpulkan bahwa prasasti ini adalah peninggalan Kerajaan Tarumanegara. Isinya berupa pujian terhadap Raja Purnawarman yang telapak kakinya dianggap sebagai milik Dewa Wisnu.
Melansir dari situs Museum Nasional, Jumat (14/10/2022), prasasti ini ditulis pada abad 5-6 Masehi.