Menurut Kaur Mintu Satlantas Polres Cirebon, Iptu Mukhali, tujuan operasi di sekolah ini agar siswa menjadi tertib berlalu lintas. Mereka harus memenuhi kelengkapan kendaraan dan juga kelengkapan perorangan.
“Banyak pelanggaran terjadi di usia remaja, siswa sekolah, sementara masih sedikit yang memiliki SIM,” katanya.
Dari catatan petugas, sebagian besar pelanggar dalam operasi zebra merupakan anak-anak dan pelajar usia produktif. Mereka melanggar beberapa aturan di antaranya tidak pakai helm, tidak ada spion, lampu mati hingga tidak membawa STNK dan tidak memiliki SIM.
Petugas berharap, para pelajar mampu memulai tertib lalu lintas meski sejatinya mereka belum diperkenankan menggunakan kendaraan.
Petugas juga memberikan edukasi dan himbauan kepada para pelajar untuk melengkapi seluruh kendaraannya dengan spion dan plat nomor dan meminta pelajar yang pajak kendaraanya mati hingga bertahun-tahun, untuk segera memperpajang. Mereka juga diminta segera dan membuat SIM bagi yang sudah cukup usianya.