"Kemungkinan pipa itu yang digunakan untuk memukul kepala korban. Apakah benar atau tidak, menjadi kewenangan polisi karena mereka yang melakukan penyelidikan," ujar Sertu Ajan Ramdani.
Dilihat dari kondisi darah, tutur Babinsa Desa Majasari, korban diperkirakan belum lama tewas. Saksi bernama Rohman (44) membangunkan korban di mes untuk bekerja pada pukul 02.30 WIB.
"Saksi bernama Rohman ini kaget saat mendapati korban sudah tak bernyawa dengan mulut dan telinga mengeluarkan darah mengucur ke bantal tempat tidurnya," tutur Babinsa Desa Majasari.
Rahmat alias Omat merupakan salah satu karyawan yang menginap di mess tersebut karena berdomisili di Kecamatan Cihurip, kawasan Garut Selatan. Dia tercatat telah bekerja di pabrik tahu itu selama bertahun-tahun.
"Biasanya dalam beberapa waktu sekali, istri korban datang menengok suaminya. Korban sudah kerja sejak lama," ucap Sertu Ajan Ramdani.