PKL Lembang Diimbau Tidak Jualan Pagi dan Siang, Ini Alasannya

Adi Haryanto
PKL membongkar lapak dagangannya di Jalan Raya Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Foto iNws/Adi Haryanto).

Upaya penertiban, ujar Asep Sehabudin, terlebih dulu sudah melalui sosialisasi dan pemberitahuan kepada para pedagang. Pendekatan juga dilakukan agar pedagang bisa memahami bahwa berjualan di badan jalan atau trotoar dilarang. Mereka bisa mencari tempat lain yang bisa dipakai jualan dan tidak melanggar aturan. 

Khusus di Lembang, terdapat sekitar 200 PKL yang terdata berjualan di sepanjang jalan protokol seperti dari Jalan Grand Hotel Lembang, Alun-alun Lembang, hingga Pasar Panorama Lembang. Sebagian dari mereka ada yang tidak bisa diakomodir ke dalam pasar, berbeda dengan PKL di Padalarang yang bisa diakomodir ke dalam Pasar Tagog.

"PKL yang tidak bisa masuk ke pasar itu meminta pengaturan waktu untuk berjualan. Itu yang kami pertimbangkan, mungkin mereka dilarang berjualan di pagi hingga siang, dan boleh berjualan dari sore hingga malam hari," ujar Asep Sehabudin.

Pertimbangan jualan di malam hari, tutur Kasatpol PP KBB, karena Lembang merupakan kawasan wisata. Pada malam hari, banyak wisatawan yang datang.

PKL bisa berjualan selama 24 jam secara bergantian, satu lapak ada yang ditempati oleh beberapa pedagang. Hal itu yang sedang dikomunikasikan dan semoga para PKL bisa memahami.

"Mereka sekarang berjualan 24 jam, pagi, sore, malam, ke depan dipertimbangkan hanya malam saja yang dibolehkan. Sebab di malam hari tidak ada aktivitas kantor dan jalan juga tidak padat sehingga tidak mengganggu lalu lintas," tutur Kasatpol PP KBB. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jelajah Curug Malela, Komunitas Motor Gali Potensi Wisata di Selatan KBB

57 tahun lalu

Pria Gondrong Satroni Rumah Kosong di Ngamprah KBB, Gasak Emas Batangan dan Uang

57 tahun lalu

Lukisan Kaligrafi 790 Meter Karya Ratusan Santri di KBB Pecahkan Rekor MURI

57 tahun lalu

Kasus Penyekapan Balita dan Nenek di Lembang KBB Masih Diusut, Polisi Dalami Motif

57 tahun lalu

Keren, Tanaman Hias KBB Tembus Pasar Eropa dan Amerika, Nilai Ekspor Rp5 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal