Pimpinan Ponpes yang Diduga Cabuli Santriwati Masih Buron, Sembunyi di Desa Salem Purwakarta

Irwan
Ilustrasi pencabulan santriwati. (FOTO: stutterstock)

Penjagaan ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi perusakan yang dikhawatirkan dilakukan keluarga korban dan warga. Tempat mengaji tersebut merupakan lokasi belasan santriwati diduga dicabuli ustaz OS.

Sebab, keluarga dan kerabat korban pencabulan masih geram. Bahkan mereka mengancam membakar rumah dan tempat mengaji ustaz OS.

Sampai saat ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Purwakarta memproses laporan dari delapan korban.

Sementara itu, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Purwakarta mengatakan, dugaan pencabulan tersebut terjadi bukan di ponpes dan majelis taklim, melainkan hanya tempat pengajian biasa.

"Lokasi TKP bukan pondok pesantren dan majelis taklim. Ponpes itu belum terdaftar di kemenag," Kata Kepala Kantor Kemenag Purwakarta Hanif Hanafi, Senin (11/12/2023).

Hanif Hanafi menyatakan, untuk mengantisipasi kejadian serupa, kemenag mengintensifkan penyuluh agama di tingkat desa, memberi pengarahan guna mengawasi kegiatan para guru ngaji.

Diketahui, sebanyak 15 santri diduga dicabuli ustaz OS, pimpinan Ponpes Miftahul Huda. Pencabulan itu diduga dilakukan OS dengan modus minta dipijat oleh santriwati. Perbuatan ini telah berlangsung bertahun-tahun sejak korban di bangku kelas 4 SD hingga kelas VIII Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Update Kasus Pimpinan Ponpes di Purwakarta Diduga Cabuli Santriwati, Polisi Jaga Tempat Pengajian

57 tahun lalu

Warga Rusak Rumah Pimpinan Ponpes di Purwakarta, Diduga Cabuli 15 Santri di Bawah Umur

57 tahun lalu

Pimpinan Ponpes di Purwakarta Diduga Cabuli 15 Santriwati, Korban Dilecehkan sejak Kelas 4 SD

57 tahun lalu

Pimpinan Ponpes di Purwakarta Diduga Cabuli 15 Santriwati, Modus Minta Pijat

57 tahun lalu

Jadi Lembaga Teraktif Literasi Keuangan, Perumda BPR Purwakarta Genjot Sosialisasi ke Pelosok Desa  

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal