INDRAMAYU, iNews.id — Isak tangis tak terbendung mewarnai pemakaman massal 12 korban kecelakaan mautrombongan pengantin di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Hingga Senin (13/7/2026), seluruh korban yang kini tercatat mencapai 12 orang meninggal dunia telah selesai dimakamkan di beberapa Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
Suasana duka yang mendalam masih sangat terasa menyelimuti warga di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea dan Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Isak tangis dari pihak kerabat terus mengiringi prosesi pengantaran jenazah ke liang lahad.
Hubungan kekerabatan yang erat di antara para korban membuat tragedi di Jalur Pantura ini menjadi pukulan telak bagi warga setempat. Dari 12 korban jiwa yang meninggal dunia, sembilan di antaranya merupakan warga Blok Jemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea.
Lebih memilukan lagi, sembilan korban tersebut diketahui masih memiliki ikatan hubungan saudara dekat. Bahkan, ada ikatan ibu dan anak kandung yang sama-sama menjadi korban tewas dalam insiden berdarah tersebut.
Di balik musibah tragis ini, pihak keluarga mengaku sempat merasakan firasat yang tidak biasa sebelum rombongan berangkat.
"Ada firasat tersendiri sebelum musibah. Saya melihat ibu mertua saya sempat ganti baju lebih dari dua kali tidak seperti biasanya sebelum pergi," ungkap Tuniwati, salah seorang menantu korban dengan mata berkaca-kaca.
Berdasarkan data terkini hingga Senin siang, jumlah korban meninggal dunia bertambah menjadi 12 orang. Rinciannya, sebanyak tiga orang tewas seketika di lokasi kejadian, sedangkan sembilan korban lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Sementara itu, masih ada enam korban luka-luka yang hingga kini bertahan dan dirawat intensif di Rumah Sakit Mitra Plumbon Widasari.