Ema sedikit bercerita tentang kondisi usahanya di masa pandemi Covid-19. Ada pengalaman pahit ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan beberapa waktu lalu. Hampir semua dagangan tak terjual lantaran tak ada satu pun pengunjung yang datang.
"Saya masih ingat ketika Idul Fitri sekitar Mei atau bertepatan dengan PSBB. Saya mengalami kerugian cukup besar dan hampir saja gulung tikar karena tak ada pembeli. Seharusnya momentum Idul Fitri peuyeum bendul laris manis," ujar Ema.
Usaha Ema berangsur pulih saat Idul Adha. Satu per satu pelanggan yang dulu menghilang kembali berdatangan. "Di saat tidak ada pembeli, kami berusaha sekuat tenaga untuk bertahan. Mudah-mudahan libur panjang ini bisa mengganti omzet saya yang hilang saat lebaran lalu," harap Ema.