"Emil tidak perlu cengeng menyalahkan pihak pihak lain. Itulah risiko yang harus ditanggung oleh dirinya sebagai Gubernur. Masa komandan Satkorwil Banser yang harus tanggung jawab. Kan lucu, nanti diketawain kepala daerah lain. Aya aya wae (ada-ada saja),” ujarnya
Menurutnya, tidak ada yang salah dengan pernyataan Menkopolhukam Mahfud Md soal penjemputan HRS. Diperbolehkan dengan catatan tertib dan mematuhi protokol kesehatan. Sangatlah jelas, soal pelanggaran yang dilakukan para penjemput, ya berarti mereka tidak mengindahkan imbauan tersebut.
Dia pun kembali mengingatkan, Gubernur Jabar Ridwan untuk jadi pemimpin masyarakat yang rendah hati. Sesuai dengan karakter dan ciri masyarakat Sunda. Selama ini masyarakat mencermati kata dan sikapnya menunjukan superioritas dibandingkan dengan kepala daerah lain.
“Seolah menjadi paling sukses dan berhasil dalam penanganan Covid-19. Kualitas kepemimpinannya diuji dengan fakta hari ini dimana Covid di Jabar semakin tidak terkendali dan menempati posisi puncak secara nasional,”ucapnya.
Diketahui, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sempat menyinggung soal tanggung jawab Mahfud MD terkait peristiwa kegaduhan yang ditimbulkan oleh kerumunan massa pendukung HRS. Dia mengatakan, seluruh kekisruhan terkait Habib Rizieq yang berlarut-larut dipicu oleh pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD.