Menurut dia, seluruh civitas academica yang hadir diharuskan dalam keadaan sehat dan tidak terinfeksi Covid-19. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui tes swab PCR hasil kerja sama dengan Klinik Universitas Padjajaran (Unpad). Ada pun mahasiswa yang tidak dapat hadir tetap mengikuti perkuliahan secara online melalui live broadcast dengan menampilkan suasana kelas yang sesungguhnya.
Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Program Studi Teknik Metalurgi ITB M. Zaki Mubarok berpendapat, pelaksanaan perkuliahan hybrid merupakan momen penting bagi ITB setelah satu tahun lebih menjalankan kuliah dalam jaringan. Momen ini memberikan kesenangan karena diskusi secara langsung dapat kembali dilaksanakan. Mahasiswa yang tidak hadir di kelas pun ikut merasa senang karena suasana kelas yang sebenarnya kini lebih terasa.
Diharapkan pelaksanaan kuliah hybrid yang merupakan bentuk adaptasi kebiasaan baru (AKB) ini dapat meningkatkan semangat untuk menjalankan perkuliahan ke depannya.