"Nah itu yang kita hadirkan dalam penguatan konsep smart tex smart people fokus pada pencapaian luar biasa," tutur Kang Emil.
Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya menargetkan investasi sebesar Rp188 triliun. Untuk memenuhi target tersebut, pihaknya menyiapkan strategi jemput bola dan mengetok pintu secara langsung.
"Rezeki harus dijemput tidak bisa ditunggu. Kalau saya punya skill untuk merayu orang, kalau kepala daerah bupati wali kotanya belum punya, minimal kepala dinas PTSP- nya yang punya skill itu. Jadi harus banyak bikin acara dan banyak bikin macam-macam," paparnya.
Selain itu, untuk mengejar target investasi, pihaknya juga menginginkan adanya zonasi industri. Hal itu dimaksudkan untuk mengurangi perpindahan pabrik ke provinsi lain.
"Jadi kalau sifatnya laber intensif banyak orang kita kan masih ada daerah yang rentan upah di dua jutaan (rupiah), tapi kalau kapital intensif high tech itu di rentan lima jutaan (rupiah). Daripada pindah ke provinsi sebelah, kita akan atur supaya tetap di Jabar tidak pindah daerah provinsi untuk mengejar investasi itu," tuturnya.