Selain buku dan foto, kata Dede Ahmad, dipamerkan juga palu Partai Nasional Indonesia (PNI), wadah rokok kesukaan Bung Karno, dan bendera merah putih.
Bendera merah putih yang dipamerkan merupakan bendera bangsa Indonesia pertama yang dikibarkan di Kota Bandung.
Sejak 1927 hingga 1930, penjajah Belanda melarang bendera merah putih dilarang dikibarkan di tempat umum.
Namun, saat rapat PNI bersama simpatisan, kaum Marhaen, bendera merah putih itu dipasang di dalam ruangan.
"Bendera merah putih itu mulai berkibar pada 1943, masa penjajahan Jepang. Tapi itu juga tidak lama karena dilarang Jepang. Saat Indonesia merdeka, baru bendera merah putih berkibar lagi," ucap Dede Ahmad.
Sementara itu, untuk memperingati hari lahir Sukarno, digelar pula diskusi soal rencana pembangunan Monumen Perjuangan Sukarno di GIM Bandung.
Diskusi membahas berbagai hal, seperti konsep, desain, lokasi, dampak sosial, dan nilai historis. Acara itu menghadirkan beberapa narasumber Yayat Hendayana (sejarawan), Avi Taufik Hidayat (budayawan), Andi Nitidisastro (Sekjen Dewan Pakar DPP Persatuan Alumni GMNI), dan Dunadi (seniman).