Lebih lanjut Doni mengatakan, di perguruan Sapu Jagat ini dididik jiwa ksatria, kooperatif, taat hukum. Kalau memang ada ihwannya yang melakukan hal-hal di luar hukum, maka dia harus siap mengambil risikonya.
"Ke depannya kita akan memberikan pendampingan hukum. Kita sudah menyiapkan tim lawyer di Jakarta dan mudah-mudahan ada hal yang meringankan karena kita kooperatif dalam kasus ini," ujar Doni.
Doni secara pribadi menilai pemukulan yang dilakukan oleh Abdul Latip kepada Ade Armando itu merupakan spontanitas.
"Siapa pun mendengar adanya teriakan penista agama, tidak melihat Ade Armando atau siapa langsung bereaksi," ucapnya.