Pengamat Politik dan Keamanan Muradi Sebut Pasutri Pengebom Katedral Makassar Anggota New JI

Agus Warsudi
Pengamat politik dan keamanan Unpad Prof Muradi. (Foto/Dokumentasi)

"Saya melihat, saat ini para teroris mulai kembali ke pola lama, yakni dengan melakukan tatap muka. Artinya mereka (pelaku) teror, mulai meninggalkan media sosial," tutur Prof Muradi.

Dengan pola lama ini, ucap Prof Muradi, aparat perlu mewaspadai anggota jaringan teroris melakukan pendekatan masif ke perkumpulan atau menemui langsung masyarakat.

"Semua komponen aparat keamanan harus ekstra melakukan langkah pencegahan agar tidak ada sel baru jaringan teroris," ucap Prof Muradi.

Diketahui, teror bom terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar, Minggu (28/3/2021).

Dalam peristiwa ini, kedua pelaku, L dan YSL yang merupakan pasutri, tewas di lokasi kejadian dengan tubuh hancur. Sepeda motor matic nopol DD 5984 MD yang mereka kendarai pun ringsek.

Selain itu, ledakan bom berdaya ledak tinggi mengakibatkan 19 orang luka-luka. Kondisi para korban luka kini berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polri Instruksikan Seluruh Polda Lakukan Pemetaan Kerawanan Pascabom Makassar

57 tahun lalu

Satpam Gereja Katedral Cerita ke Menag soal Bom Makassar: Saya Tahan Depan Gerbang, Lalu Meledak

57 tahun lalu

Pasutri Pengebom Katedral Makassar Tulis Surat untuk Orang Tua, Pamit Mati Syahid

57 tahun lalu

Pasutri Pengebom Gereja Katedral Makassar Dilatih Merakit Peledak secara Online

57 tahun lalu

Pelaku Bom Bunuh Diri di Makassar Pasutri Baru Nikah 6 Bulan, Ini Identitasnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal