AKBP Asep menyebut sistem pengamanan dilakukan secara fleksibel atau bergeser sesuai kebutuhan di lapangan. Pola ini diterapkan mengingat aktivitas ibadah dilakukan secara bergiliran.
"Sistem pengamanan dilakukan secara floating atau bergeser sesuai kebutuhan, mulai malam ini sampai besok," katanya.
Dia menjelaskan, personel ditempatkan di setiap vihara dengan pola pengamanan terbuka dan tertutup. Langkah ini untuk mengantisipasi potensi gangguan selama Imlek 2026.
Menurut dia, pola kedatangan umat Konghucu berbeda dengan kegiatan keagamaan lain. Di vihara, umat datang secara bergiliran sehingga situasi relatif terkendali.
“Pemberitahuan yang disampaikan ke kami, jumlah umat paling banyak sekitar 100 orang per vihara,” katanya.
Dengan pengamanan yang melibatkan 319 personel gabungan, Polrestabes Bandung optimistis perayaan Imlek 2026 di seluruh vihara Kota Bandung dapat berlangsung aman, tertib, dan khidmat.