Menurut Lutfi, hal ini juga menjadi alasan kenapa situs itu disebut Gunung Padang. Padang mengartikan bahwa bisa melihat secara luas dari puncak gunung tersebut. Situs ini tidak ada kaitannya dengan nama daerah ibu kota Provinsi Sumatera Barat.
Menurut Lutfi, besar kemungkinan masyarakat saat itu tinggal di bukit atau gunung lain di sekitar Gunung Padang. Meraka datang ke Gunung Padang saat ada upacara atau ritual.
Dia pun menepis anggapan banyak pihak, bahwa Gunung Padang adalah sebuah pjramid yang didalamnya ada sebuah ruang. Bahkan beredar isu, di dalam Gunung Padang terdapat emas hingga 10 ton. Buktinya, proses penggalian emas oleh masyarakat tidak menunjukkan hasil yang bagus.
Dia menjelaskan, struktur lempengan di Gunung Padang patut disebut murni terbentuk oleh alam. Sementara balok batu dan kayu yang dipakai sebagai tempat ritual, disusun oleh manusia dengan beberapa teras. Penelitian struktur bangunan, tidak ada material lain di bawah tangga pada balok batu, selain tanah.
"Namun memang sumber atas balok batu pada bagian gunung padang, apakah dari gunung ini sendiri atau dari luar, Ini masih menjadi misteri. Ini perlu pembuktian lebih lanjut," tutur Lutfi.
Namun dia bisa menyimpulkan bahwa perilaku manusia di gunung padang adalah mencari batu, memilih, menyusun, kemudian menggunakannya.