Pencemaran Air Limbah TPA Sarimukti Mengkhawatirkan, Ganggu Mutasi Genetik Biota Sungai

Agus Warsudi
Pencemaran air limbah dari sampah TPA Sarimukti sudah mengkhawatirkan. (Foto: MPI)

BANDUNG, iNews.id – Tingkat pencemaran air lindi atau limbah dari tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sangat mengkhawatirkan. Air limbah itu telah mencemari anak-anak Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Cirata. Akibat pencemaran iti, proses mutasi genetik biota yang hidup di anak Sungai Citarum terganggu.

Anggota Tim Masyarakat Peduli TPA Sarimukti Wahyu Darmawan mengatakan, saat ini, tumpukan sampah dari kawasan Bandung Raya di TPA Sarimukti telah melebihi kapasitas. Selain itu, sampah di sana mengeluarkan air lindi yang mencemari Sungai Citarum yang mengalir ke Waduk Cirata.

"Kami mencatat sejak 2019 sudah lebih dari 1 juta kubik limbah B3 (Bahan Beracun Berbahaya) masuk ke Waduk Cirata. Air Lindi mengalir ke (sungai) Cilimus, Cimeta, anak Sungai Citarum hingga Cirata," kata Wahyu Darmawan dalam seminar lingkungan di Bandung.

Akibat pencemaran tersebut, ujar Wahyu Darmawan, terjadi proses mutasi genetika pada ekosistem biota yang hidup di daerah aliran Sungai Citarum. Kondisi tersebut sudah sangat memprihatinkan.

"Ikan ginjalnya sudah rusak. Ini berarti proses kerusakannya sudah sampai sedemikian rupa dahsyat," ujar Wahyu Darmawan.

Wahyu Darmawan menuturkan, seharusnya, TPA Sarimukti dijadikan tempat pengolahan kompos organik. Namun, sampai saat ini sampah anorganik masih masuk ke TPA Sarimukti dan dibiarkan menumpuk. "Izinnya untuk menangani sampah organik justru yang anorganik dibiarkan masuk," tutur dia.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Geger! Pelajar SMK di Karawang Tewas Bersimbah Darah di Bantaran Sungai Citarum

57 tahun lalu

Banjir Karawang Hari Kedua, 340 Rumah Terendam hingga 1.194 Warga Terdampak

57 tahun lalu

Geger! Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Citarum Baleendah

57 tahun lalu

Jalan Utama di Desa Purwadana Karawang Kian Ambles, Warga Cemas Akses Terputus

57 tahun lalu

Sempat Surut, Banjir Karawang Kembali Meluas Rendam Ribuan Rumah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal