BANDUNG, iNews.id - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Jabar dr Berli Hamdani memberi penjelasan terkait penambahan signifikan kasus harian penularan Covid-19 di Jawa Barat tertinggi di Indonesia. Menurut dr Berli, penambahan terjadi karena muncul beberapa klaster.
Klaster penularan virus Corona, kata Kadinkes Jabar, muncul di pondok pesantren (ponpes), fasilitas layanan kesehatan atau fasyankes, perkantoran, dan rumah tangga. "(Penambahan kasus harian Covid-19 di Jabar tinggi) karena ada klaster-klaster yang teridentifikasi, terutama ponpes, fasyankes, perkantoran, dan rumah tangga," kata Kadinkes.
Pada pekan ini, ujar dia, ada tiga wilayah di Jabar masuk ke zona merah, yakni Kota dan Kabupaten Bekasi, serta Karawang. Di sisi lain, tujuh wilayah di Jabar statusnya menurun dari risiko sedang ke rendah atau zona oranye ke kuning.
Ketujuh daerah itu antara lain Kabupaten Cianjur, Garut, Sumedang, Indramayu, Kota Sukabumi, Tasikmalaya, dan Banjar.
Sementara itu, Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jabar Daud Achmad mengatakan, tim masih melakukan analisis terhadap data penambahan kasus harian Covid-19 yang menempatkan Jawa Barat di urutan pertama tertinggi. "Masih kami analisis," ujar Daun melalui pesan singkat.