Berdasarkan data Bulog hingga 12 Oktober 2022, tutur Kadisperindag Jabar, Jawa Barat menjadi provinsi dengan nilai subsidi kedelai paling besar di Indonesia.
"Jabar paling besar (subsidi kedelai) yakni 30.3 juta kg lebih. Kedua Jatim 11,7 juta kg, dan ketiga Jateng sebanyak 10, 7 juta kg. Sampai 12 Oktober 2022, total realiasi sudah 32 juta kg (untuk Jabar), sudah melebihi," tutur Kadisperindag Jabar.
Masalah kenaikan harga kedelai yang berimbas pada harga tahu dan tempe juga terjadi di daerah lain. Sebab, 90 persen bahan baku tahu dan tempe, impor dari luar negeri.
Kementerian Pertanian berupaya mendorong petani menanam kedelai, namun hasilnya belum optimal. "Menurut kadis pertanian di sejumlah daerah, para petani kurang tertarik, sudah mencoba karena untungnya tidak besar. Kedua, mungkin dipengaruhi hasil produk yang tidak sebagus dari luar negeri," ucapnya.
Iendra Sofyan menyatakan, selain terus berkoordinasi dengan Kopti, pengendalian harga kedelai juga dilakukan lewat rencana penerapan skema penggunaan mata uang lokal atau local currency settlement (LCS) yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI).