“Pertunjukan seni ini pasti berdinamika, tapi bukan di outdoor. Tapi misalkan di gedung dengan kapasitas tetap 30 persen. Sehingga yang menonton bisa berjauhan,” kata dia.
Sebelumnya, Sales and Marketing Manager Saung Angklung Udjo mengatakan, pihaknya menjadi sekfor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Karena, aktivitas dibatasi dan masyarakat tidak bisa leluasa menggelar kegiatan. Sehingga kunjungan ke Saung Udjo merosot drastis.
Menurut dia, sekecil apapun dukungan dari pihak eksternal diharapkan bisa membantu eksistensi seni Sunda ini. Sehingga sekitar 500 orang pemain dan 120 orang pegawai Saung Angklung Udjo tetap optimistis dan yakin akan dapat melalui masa yang sulit ini.
“Kami beberapa tetap bisa kreatif, berinovasi dan berkegiatan di tengah keterbatasan yang ada,” ucap Opik.