“Kalau saling makan diantara kita yakin tidak akan menang. ‘Tong pacorok kokod’ (Jangan saling rebutan tangan) antar kader. Daerah yang sudah digarap kader lain lalu digarap lagi. Kanibalisme harus dihindari,” pesan wakil rakyat asal dapil Kabupaten Bandung dan Bandung Barat itu.
Kang Ace menekankan pentingnya mengelola saksi dengan baik sebagai upaya untuk mencapai kemenangan itu. Saksi Partai Golkar kata dia harus digarap secara profesional.
“Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) telah memutuskan ada 10 saksi penggerak di TPS. Saksi dari Partai Golkar bukan hanya mereka yang sekedar duduk dibangku saksi tapi dia juga harus menjadi mesin penggerak di seluruh TPS yang ada,” ujar Kang Ace.
Tugas utama saksi, tutur Kang Ace, bukan saja mengawal dan menjadi saksi pada saat hari pemilihan. “Saksi sesungguhnya adalah mereka yang bertugas menjadi Tim Penggerak Kemenangan Partai yang berbasis TPS. Sehingga mereka harus mulai bekerja dari sekarang,” tuturnya.