“Kondisi cuaca memaksa helikopter mendarat dan siaga di helipad Patulungan. Helikopter dioperasikan pada esok hari, Selasa (13/8/2019). Pemadaman akan dilakukan pada pukul 08.00-11.00 WIB dengan memperhatikan faktor cuaca,” kata Agus dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id.
Selain terkendala angin yang berubah setiap saat, kata dia, beberapa tantangan di hadapi personel pemadaman. Faktor kawasan terbakar yang berada di atas ketinggian menyulitkan untuk pemadaman secara manual.
“Angin kencang memicu loncatan bara api ke tempat lain. Hal tersebut ditambah lagi sumber daya manusia dan sarana-prasarana terbatas,” ucapnya.
Dia menjelaskan, personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan TNGC sebanyak 125 orang (70 orang di lapangan dan 45 orang di Posko Palutungan) berasal dari unsur BPBD Kuningan, TNI, TNGC, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jawa Barat, MPGC Palutungan, Tim Apuy, masyarakat dan sukarelawan yang tersebar di pos lapangan, pos taktis lapangan, pos pantauan dan pos pengamanan logistik.
BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Barat terus melakukan pendampingan penanganan kebakaran tersebut. Luasan kawasan terbakar mencapai 371 ha; kawasan yang terpapar berada pada ketinggian 2.600 - 3.078 m dpl.
Kebakaran yang terlihat pada awal mula terjadi di blok Gua Walet, puncak Gunung Ciremai, Kelurahan Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Asap termonitor pada Rabu (7/8/2019), pukul 15.10 WIB dari wilayah Argalingga, Kabupaten Majalengka.