Sebelumnya, perwakilan pelaku usaha dan pekerja pariwisata sudah sempat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Dalam dialog itu, kedua belah pihak menyepakati larangan penggunaan istilah study tour untuk kegiatan yang sejatinya hanya rekreasi.
“Kami sepakat, piknik dibungkus study tour itu dilarang. Kami sepakat. Akan tetapi kalau ada siswa sekolah dan orang tua siswa ingin pikniknya, kami tidak mau ada larang,” ujar Herdis.
Sementara itu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengumumkan pembatalan aksi demonstrasi pekerja pariwisata melalui akun media sosial pribadinya. Dia menyebut aksi yang rencananya digelar di halaman Gedung Sate dan depan DPRD Jabar resmi dibatalkan.
“Saya mendapatkan informasi bahwa rencana aksi unjuk rasa yang akan dilaksanakan pada hari Senin (25/8/2025) di halaman Gedung Sate dan di depan Gedung DPRD Jabar oleh solidaritas para pekerja pariwisata Jawa Barat dibatalkan,” tulis Dedi di akun medsosnya.
Meski tidak menjelaskan alasan penundaan, Dedi menyampaikan terima kasih kepada para pekerja pariwisata yang menunda aksi tersebut.