BANDUNG, iNews.id - Seluruh pasangan calon (paslon) kontestan Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Jabar) berkomitmen melawan praktek politik uang dan SARA sepanjang masa kampanye. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pembacaan deklarasi dan cap lima jari yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar.
Sayangnya deklarasi tersebut tidak dihadiri seluruh paslon secara komplit. Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) hanya diwakili Calon Wakil Gubenur (cawagub) Uu. Sebaliknya, pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi hanya dihadiri Calon Gubernur (Cagub) Deddy Mizwar.
Hanya pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang hadir lengkap. Sementara, pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tubagus (Tb) Hasanuddin-Anton Charliyan tidak hadir.
Deklarasi kampanye bersih tanpa SARA dan politik uang itu juga dihadiri Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari, Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa, Kapolda Jabar Agung Budi Maryoto, dan Pangdam III Siliwangi Doni Monardo. Termasuk perwakilan dewan pimpinan daerah (DPD) partai politik (parpol) Jabar, kalangan pondok pesantren, komunitas hobi dan organisasi massa.
Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengatakan, pemilihan kepala daerah (pilkada) harus didukung oleh semua pihak seperti parpol, pasangan calon, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkominda), ormas, seluruh masyarakat Jabar demi mewujudkan pilkada yang demokratis, berkualitas dan bermartabat.