Pasien Suspek Difteri di RSUD dr Slamet Garut Tinggal 2, Wabah Mereda

fani ferdiansyah
Jumlah pasien suspek difteri yang dirawat di RSUD dr Slamet Garut tinggal 2 orang. (Foto: Fani Ferdiansyah)

Muhammad Willy Indrawilis menyatakan, tim medis RSUD dr Slamet Garut merawat dua pasien itu. Mereka baru menjalani tes swab. 

Sampel swab diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Garut. Perlu waktu satu minggu untuk mengetahui hasil swab itu menunjukan hasil positif atau negatif difteri.

"Berbeda dengan Covid-19 yang hasilnya bisa diketahui dalam waktu satu hari. Difteri memerlukan waktu lebih lama karena bakterinya mesti dibiakan terlebih dahulu di lab," ujar Muhammad Willy Indrawilis. 

Perawatan yang akan diberikan nanti, tutur dia, disesuaikan dengan kondisi pasien. Apabila positif, pasien akan diberi anti difteri serum (ATS). 

"Namun berdasarkan pengalaman, ada kemungkinan lain, meski pasien dinyatakan positif difteri, mereka tidak diberi ATS. Kondisi tersebut yang menentukan adalah dokter setelah melalui sejumlah pertimbangan," tutur dia. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Truk Kelebihan Muatan Terguling hingga Tutup Jalan Nasional Bandung-Garut

57 tahun lalu

Tim SAR Gabungan Temukan Faris Maulana di Pantai Manalusu Garut, Korban Meninggal

57 tahun lalu

Pemuda Hilang Terseret Ombak Pantai Manalusu Garut, Keluarga Harap Keajaiban 

57 tahun lalu

2 Pemuda Hilang terseret Gelombang di Pantai Manalusu Garut, 1 Hilang

57 tahun lalu

25 Rumah di Citomo Garut Terdampak Tanah Bergerak, 1 Nyaris Ambruk

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal