“Hal penting yang dapat diberikan kepada para korban terdampak gempa dalam mengatasi trauma adalah dukungan sosial yang diharapkan dapat mengurangi dampak dari bahaya stres yang dialami korban bencana alam, terutama anak-anak,” kata politisi Golkar tersebut.
Trauma healing, ujar Metty Triantika menyatakan, adalah suatu proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis,seperti kecemasan, panik, dan gangguan lain karena lemahnya ketahanan fungsi-fungsi mental yang dimiliki individu.
“Kami ke depan mewujudkannya (trauma healing) dengan cara memberikan hiburan kepada warga setempat, khususnya anak-anak agar trauma pascabencana bisa terobati agar mereka tidak takut lagi untuk beraktivitas secara normal,” ujar Metty.
Diketahui, gempa bumi Magnitudo 5,6 yang mengguncang Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat pada Senin (21/11/2022) pekan lalu itu telah menyebabkan korban jiwa dan kerusakan cukup fatal.
Data Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal dalam peristiwa itu mencapai 321 orang, korban luka-luka 2.046 orang dan warga mengungsi 62.545 orang.
Sementara total rumah rusak 56.311 dengan rincian rusak berat 22.267 unit, sedang 11.836 unit dan ringan 22.208 unit. Sebanyak 6.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk terus fokus melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak.